Masih Tentang Kamu

Bagikan Postingan Ini !!!

Di malam yang sunyi ini,
hanya ada aku… sendiri,
ditemani desah angin dan denting jam dinding,
memutar balik kenangan antara kau dan aku,
seperti lembaran usang yang tak sanggup kusobek.

Hati ini masih merindu,
pada tawa yang pernah tinggal di ruang hatiku,
pada mata yang dulu jadi rumah paling tenang,
namun apa daya…
kita kini adalah dua garis yang tak lagi sejajar.

Kau tak lagi di sisiku,
Namun, bayangmu sukar tertelan waktu.
Jarak memisah kita:
bukan hanya dua pulau,
tapi juga dua dunia yang tak saling tunggu.

Hati kita dulu saling menyatu,
kini tak saling tahu arah yang dituju.
Kau berjalan dengan hidup barumu,
dan aku…
masih di sini, berdamai dengan sepi yang tak bertuan.

Baca juga:  Kembali Jadi Mainan

Aku tak ingin menahanmu,
hanya ingin doaku tetap setia memelukmu dari jauh.
Semoga kau bahagia di sana,
meski bukan lagi denganku.
Sebab mencintaimu,
adalah juga merelakanmu.

Untukmu, yang pernah menjadi rumah
789 hari

Tinggalkan komentar