Denting jarum jam yang berdentang merdu,
Bukan lagi penanda istirahat yang dinanti,
Di aula kampus yang megah dan syahdu,
Kini aku berdiri, mencari arti.
Namun, di antara buku dan teori yang berat,
Terngiang suara bijakmu yang dulu mengajar,
Bukan tentang jam pelajaran yang terlewat,
Melainkan, tentang prinsip yang takkan pudar.
Jejak ilmu itu kini jadi kompas jiwa,
Panduan saat dilema menghadang jalan,
Kau tanamkan makna di setiap kata,
Agar aku tak gentar hadapi tantangan.
Perbedaan ruang dan waktu tak memutuskan ikatan,
Ilmu yang kau beri adalah bekal utama,
Kau ukir semangat dalam setiap perenungan,
Membentuk karakter dari serpihan kepandaianku, yang dulu kau pupuk dengan penuh perjuangan.
Maka, kuucapkan terima kasih yang terindah,
Untuk setiap tetes sabarmu yang telah tercurah,
Kini aku melangkah, walau terkadang resah,
Membawa lentera semangat sang guru dalam setiap langkah.
Gunungkidul, 25 November 2025.
Aku bunga senja, aku seorang pecinta sastra dan aksara selalu menjadi sahabat setia. Saat ini dan sampai nanti, cita-citaku akan tetap sama dan terus sama, menjadi seorang penulis yang mendarma baktikan tulisanya untuk menginspirasi insan di negara tercinta, ataupun di seluruh dunia. Aku adalah seorang mahasiswa ilmu komunikasi, maka dari itu, terkadang aku suka ngomong. Namun, terkadang aku suka banyak diam saat sedih tengah melanda.