
HARDIKNAS: Semangat Generasi Emas!
Hai, selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional!
Sebelum tulisan ini dilanjutkan, penulis mau pantun dulu nih.
Kalau uang tidak ada nominal,
Mana bisa dibelanjakan.
Pada saat perayaan Hari Pendidikan Nasional,
Merupakan momentum untuk introspeksi pendidikan agar ada perbaikan.
Aamiin…
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang HARDIKNAS , yaitu Hari Pendidikan Nasional.
Ada yang tahu tidak bagaimana sejarahnya? Yuk, disimak!
Tema HARDIKNAS
Terlebih dahulu, kita kenalan dengan tema HARDIKNAS 2025. Pada tahun ini, tema Hardiknas adalah:
“Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Tema ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Sejarah HARDIKNAS
HARDIKNAS sendiri ditetapkan pada tahun 1959 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 , yang jatuh pada tanggal 2 Mei.
Mengapa dipilih 2 Mei?
Karena bertepatan dengan hari kelahiran salah satu pahlawan pendidikan nasional , yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliau merupakan tokoh pelopor pendidikan Indonesia , yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional.
Kenapa Ki Hadjar Dewantara Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional?
Sekilas tentang Ki Hadjar Dewantara :
Ki Hadjar Dewantara, seorang pahlawan pendidikan nasional , lahir pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia memiliki peran yang sangat signifikan dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia.
- Tahun 1912 , ia bersama kawan seperjuangannya Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo mendirikan Indische Partij , sebuah organisasi yang bertujuan untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
- Karena kritik tajam terhadap pemerintah kolonial Belanda dalam bukunya “Als Ik een Nederlander Was” ( Seandainya saya orang Belanda ), ia diasingkan ke Belanda.
- Tahun 1918 , setelah kembali ke tanah air, ia mengalihkan fokusnya ke bidang pendidikan dan mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922.
Alasan Ki Hadjar Dewantara Dijuluki Bapak Pendidikan Nasional:
- Tokoh pelopor pendidikan Indonesia
Pada masa penjajahan Belanda, beliau mendirikan Taman Siswa , yang membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata. - Pejuang pendidikan yang memperjuangkan hak belajar bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang status sosial
Filosofi pendidikannya masih menjadi pedoman pendidikan nasional hingga saat ini:
“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.”
Makna Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara:
- Ing Ngarso Sung Tulodo → Memberi teladan di depan.
- Ing Madyo Mangun Karso → Membangun semangat di tengah.
- Tut Wuri Handayani → Memberikan dorongan di belakang.
Konsep ini menekankan bahwa semua pihak memiliki peran penting dalam pendidikan. Tidak ada yang boleh disisihkan, baik guru maupun peserta didik.
Perlu kita ketahui, berkat kontribusinya dalam pendidikan , Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai Menteri Pendidikan pada masa kemerdekaan Indonesia.
Manfaat Memperingati HARDIKNAS
- Mengingatkan Pentingnya Pendidikan
Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan generasi yang cerdas, kompeten, dan berdaya saing. - Menghormati Jasa Para Pendidik
HARDIKNAS adalah momen untuk mengapresiasi perjuangan guru dan pendidik dalam membimbing generasi muda. - Mendorong Inovasi dalam Pendidikan
Seminar, lokakarya, dan diskusi dapat menjadi wadah untuk menemukan ide-ide membantu perkembangan dunia pendidikan. - Memperkuat Rasa Nasionalisme
Hari Pendidikan Nasional mengingatkan masyarakat akan perjuangan pendidikan dalam membangun bangsa. - Memberikan Inspirasi untuk Masa Depan
HARDIKNAS dapat memotivasi generasi muda untuk terus mengejar impian melalui pendidikan.
Hari Pendidikan Nasional lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah momentum refleksi tentang akses pendidikan yang merata, kualitas pembelajaran, dan relevansi kurikulum dengan zaman.
Harapan pada HARDIKNAS
- Perbaikan sistem dan regulasi
Pendidikan masih bersifat terkotak-kotak berdasarkan status sosial dan jenis sekolah. Diharapkan semua sekolah berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan , tanpa campur tangan kementerian lain. - Perbaikan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan
Pemerintah harus lebih fokus meningkatkan mutu pendidik , bukan hanya kuantitas. - Tingkatkan taraf hidup pengajar
Guru dan dosen adalah pilar utama dalam membangun generasi emas , sehingga kesejahteraan mereka harus lebih diperhatikan. - Mempermudah akses pendidikan
Pendidikan harus lebih mudah diakses, baik dari segi lokasi, biaya, maupun seleksi penerimaan.
Demikian harapan kami, rakyat Indonesia.
Pantun HARDIKNAS
Uang kertas ada seikat,
Dibawa pergi membeli bakwan.
Agar bangsa tetap hebat,
Tetaplah menjaga pendidikan.
Sumber
- Melintas.id – 5 Manfaat Hari Pendidikan Nasional
- Guru Inovatif – Sejarah dan Makna HARDIKNAS
- Tirto – Sejarah Hari Pendidikan Nasional
- Detik – Sejarah Singkat Hari Pendidikan Nasional
- Kemendikbud Riau – Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara
Penulis: Andika Firnanda, S.Pd. M.H.
Editor: Fauzan.