SURAT CINTA DI JALAN KENANGAN.
Karya: Kamel Putri.
Terkadang hati mencari-cari.
Seseorang yang mampu untuk mencintai.
Terkadang hati selalu merasa hampa, saat tak ada yang memiliki.
Terkadang hati merasa tak mampu bertahan lagi, dengan rasa yang tak mampu untuk dimiliki.
Entah mengapa, hati ini selalu mencari-cari.
Sosok cinta yang mampu menjadikan hati ini bersemi kembali.
Entah mengapa hati selalu merasa hampa dan kosong.
Oh Tuhan…
Haruskah selalu begini?
Haruskah sepi yang selalu menemani?
Haruskah jiwa ini selalu merasa terbelenggu?
Oh cinta…
Hadirlah kau dalam hidupku.
Jadilah kau penjaga rasa ini.
Bersemilah engkau dalam sanubari.
Terkadang hati selalu merindu kan saat kebersamaan ku dengan nya dulu.
Namun semua tak mungkin lagi bisa terulang kembali.
Seperti yang pernah di lalui.
Sewaktu kita masih bersama dulu.
Oh cinta…
Mengapa kau begitu tega untuk pergi meninggalkanku?
Apakah hati ini tak layak lagi untuk kau tempati?
Apakah hati ini tak mampu lagi untuk kau jaga?
Apakah rasa ini tak mampu lagi untuk bersemayam dalam sanubari?
Oh cinta…
Apakah kau tahu betapa hampanya hatiku saat ini.
Betapa hancurnya harapku saat ini.
Betapa sepinya rasa ini.
Tuhan…
Terkadang hati rindu padanya.
Terkadang ingin rasanya aku kembali ke dalam pelukannya.
Kembali bersamanya.
Kembali ke dalam masa lalu, yang tak mungkin lagi untukku lalui.
Oh Tuhan…
Haruskah aku selalu merasakan kehampaan?
Haruskah hati ini selalu sendiri?
Haruskah jiwa ini selalu merana?
Haruskah diri ini selalu merasa tak ada yang menemani?
Oh Tuhan…
Berikanlah aku cinta.
Kirimkan lah dia seseorang yang sangat tulus mencintaiku.
Menyayangiku dan menjadi yang terbaik untuk hati dan hidupku.
Oh Tuhan…
Jangan kau siksa aku dalam penantian.
Jangan kau biarkan aku selalu merasa sendiri.
Jangan kau biarkan aku selalu berada di dalam kesepian.
Oh Tuhan…
Entah mengapa terkadang.
Hadirnya masih selalu kunanti.
Kasih dan sayangnya masih selalu kuharap.
Dan rindunya masih selalu ku hayal.
Sayang…
Terkadang betapa ingin rasanya aku memelukmu.
Seperti saat kita bersama dulu.
Namun apalah daya.
Kini jalan hidup kita telah berbeda.
Oh cinta…
Semoga kau bahagia dengan kehidupan mu sendiri.
Semoga kau dapat menemukan seseorang yang terbaik untuk hidup dan hatimu.
Oh Tuhan…
Semoga engkau juga akan memberikanku cinta sejati.
Yang saat ini telah lelah ku menanti.